Ada Kampung Bali di Ujung Sulawesi

Pura

 

Alunan rekaman gamelan Bali yang keluar dari sound system terdengar di belakang rumah salah satu warga Werdhi Agung ketika rombongan kami baru turun dari mobil Kijang kapsul milik kantor. Di halaman belakang itu, warga desa sedang berkumpul memandikan jenazah kemudian berdoa dipimpin Pedande. Saya bersama rombongan dari kantor mengunjungi Werdhi Agung karena salah satu kerabat rekan kantor saya meninggal. Eits jangan kira desa ini berada di pulau Dewata, tempat ini berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sekitar hampir 5 jam perjalanan dari kota Manado. Yap, ada kampung Bali di ujung Sulawesi.

 

Desa ini dihuni transmigran dari Bali setelah gunung Agung meletus tahun 1963. Terpisah jauh dari pulau Dewata tak membuat warga melupakan asal usulnya, begitu memasuki Werdhi Agung nuansa arsitektur Bali masih kental terasa, lengkap dengan bangunan di persimpangan jalan. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, tak heran pasokan beras se-Sulawesi Utara kebanyakan berasal dari Bolaang Mongondow.

 

Untuk mencapai Werdhi Agung, kita harus melewati dulu Kotamobagu lalu tanya saja warga sekitar di mana letak kampung Bali. Sebenarnya ada 1 atau 2 desa lagi yang berisi warga keturunan Bali, namun saya lupa namanya, letaknya cukup jauh dari Werdhi Agung dan jalannya tidak terlalu bagus.

Read More

PKM 2017 “Merdeka Dengan Berkarya” , Pestanya Komunitas anak Makassar

Pesta Komunitas Makassar (PKM) tahun ini mengambil temanya “Merdeka Dengan Berkarya”. PKM sebuah wadah kegiatan berbagai komunitas yang ada di Kota Anging Mamiri sudah terselenggara sejak tahun 2013, atau tahun ini merupakan kali keempat diselenggarakan.

Read More

Jejalan Mudik 2017 (2)

Masih lanjutan soal mudik. Tiba di Bandara Internasional Sukarno-Hatta hampir jam 20, meeting point selanjutnya untuk perjalanan lanjut ke bandung adalah di halte UNJ. Lalu lintas di kota masih cenderung lancar, namun terlihat di aplikasi peta dijital ruas jakan tol cikampek sebagian sudah merah.

Ternyata betul, dari masuk kilometer 1 hingga rest area km.57 membutuhkan waktu lebih kurang 4 jam. Terpaksa kami sahur lebih awal di rest area km.57 tersebut, dengan pertimbangan kalaupun nanti makin macet kami sudah aman tidak perlu cari tempat berhenti makan lagi. Sayang sekali tidak ada dokumentasi foto saat macet itu. Alhasil kami tiba di bandung jam 5.

Perjuangan menempuh arus mudik capenya terbayar ketika tiba dan bertemu keluarga. Juga terbayar ketika habis subuh tidur hingga waktu zuhur.

Read More

Jejalan Mudik 2017 (1)

konter cekin

Satu tradisi di Indonesia menjelang hari raya adalah MUDIK, artinya lebih kurang adalah kembali ke kampung halaman untuk berhari raya dan silaturahmi dengan keluarga. Biasanya terjadi di hari raya keagamaan, terutama Hari Raya Idul Fitri atau Hari Lebaran. Begitu pula Lebaran kali ini.

Terhitung resmi saya tahun ke-6 menjadi bagian dari penghuni Makassar, sebuah kota pusat peradaban di wilayah Indonesia bagian timur. Tahun ini mudik pas sekali mepet hanya satu hari sebelum malam takbiran. Tahun lalu early mudik karena sakit, bahkan satu bulan penuh ramadhan di jakarta.

Anyway, Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar hari ini terlihat sangat padat. Mirip mol yang sedang diskonan lalu berjubel pengunjung. Bisa dilihat di foto atas, antrian panjang² dari setiap counter yang dibuka. Berhubung datang terlalu cepet jadinya sekarang iseng aja merhatiin orang² yang sedang ribet di pemeriksaan barang bawaan. Nanti naik ke ruang tunggu 30 menit lagi aja.

pemeriksaan barang

menuju ruang tunggu

akan di update terus kok cerita jejalan mudiknya, semoga 😁.

Read More