Wedang Ronde Gang Aut, Sepenggal Cerita Tentang Bogor.

Bogor, sebuah kota dengan ragam kultur dan multi etnik, kota di mana banyak panganan tradisional milik masing-masing etnis membaur menjadi panganan khas Bogor. Tidak terkecuali Wedang Ronde Gang Aut ini, yang konon kata aa penjualnya, bahwa ronde memiliki hari lebarannya sendiri, “hari raya ronde”. Inilah sepenggal cerita tentang Bogor hari ini.

Tidak, saya enggak akan bercerita tentang perjalanan saya ke Bogor kali ini yang serba absurd, khusus hanya cerita mengenai jajanan yang satu ini.

tampak aa penjual sedang menyiapkan ronde untuk direbus

Wedang Ronde Gang Aut ini sebenarnya tidak hanya menjual makanan wedang ronde, ada juga bubur tradisional. Bubur yang dijual selain ronde adalah Bubur Sagurangi dan Bubur Jali-jali. Selanjutnya saya singkat WRGA aja ya. WARG memiliki 3 lokasi jualan, yang masing-masing berjualan mulai jam 14.00 hingga habis. . Pertama di Jalan Suryakencana, lalu yang kedua di Jalan Pajajaran, dan ketiga lupa di mana. Khusus untuk yang di Suryakencana, sejak seminggu ini mulai buka dari jam 10.00 pagi.

Pertama kali saya kenal dengan WRGA ini sekitar 10 atau 11 tahun yang lalu. Rasanya masih sama kuah jahe yang segar dan gula asli yang legit tidak meninggalkan jejak pahit di belakang rongga mulut.

Sebelum cerita lebih dalam tentang rasanya, saya penasaran dengan Hari Raya Ronde yang kata aa nya diselenggarakan setiap tanggal 22 Desember. Saya cari di search engine ternyata benar, perayaan ronde dilakukan oleh Bangsa Cina untuk menyambut musim dingin, dengan cara makan bersama-sama bola-bola warna warni cerah yang terbuat dari beras ketan yang direbus dan disajikan dalam rendaman kuah manis sebagai lambang persatuan.

Kembali ke WRGA, sekarang saya bahas satu persatu.

Wedang Ronde
Biji ronde nya terdiri dari beberapa warna, yaitu putih, hijau, dan merah. memiliki dua ukuran, ada bulatan kecil dengan diameter sekitar 1-2 cm tanpa isian, dan bulatan besar berdiameter 5-6 cm dengan isian kacang tanah tumbuk yang manis (persis kue moci). Boleh pilih kecil semua, atau besar semua, atau campur. Kuahnya adalah kuah jahe hangat dengan pemanis bisa pilih juga, antara gula putih atau gula merah, pilihan saya selalu gula merah. cocok sekali dinikmati kala Bogor diterpa hujan seharian, seperti kemarin.

Bubur Sagurangi
Memiliki bahan dasar sagu dan potongan kecil singkong, berbentuk seperti bubur kental dengan warca coklat tua. Diahiri toping santan sehingga tampilan bubur ini cantik. Seporsi bubur ini sebetulnya cukup unuk menggantikan makan, karena mengenyangkan.

Bubur Jali-jali
Bubur ini bahan dasarnya adalah biji jali atau hanjeli yang dimasak seperti kolak kental tanpa tambahan bahan lain, masih dengan toping santan semakin membuatnya tampak gurih.

Harga saat ini, wedang ronde Rp. 12.000,00 sedangkan bubur sagurangi dan bubur jali-jali Rp. 10.000,00. Pertama kali saya mengenal jajanan ini seporsi masih Rp. 5.000,00 kalau tidak salah ingat.

Lokasinya mudah dijangkau, cukup susuri Jalan Suryakencana atau Jalan Siliwangi, gerobaknya terlihat jelas ada di sebelah kiri jalan. Dulunya, untuk makan ditempat itu disediakan kursi plastik di sekeliling gerobaknya, tapi sekarang sisa gerobaknya saja yang terlihat dari jalan, untuk menikmati hidangan, pengunjung disediakan tempat di dalam ruangan bagian belakang gerobaknya.

lokasi dari aplikasi peta dijital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *