Fashion Carnaval South Sulawesi 2016

Makassar, Minggu 16.10.2016

Hari ini di Makassar ada event bertaraf nasional, yaitu “Fashion Carnaval South Sulawesi 2016” bertempat di Jalan Jendral Sudirman Kota Makassar, tidak jauh dari Rumah Dinas Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, dalam rangka hari jadi Sulawesi Selatan yang kesekian (lupa ke berapa :D).

Jalan Sudirman ditutup dari perempatan lampu merah Karebosi hingga perempatan lampu merah gubernuran. Sebetulnya rencana pembukaan acara karnaval ini adalah pukul 14.00 wita, tapi karena satu dan lain hal (mungkin lho ya, saya cuma nonton bukan panitianya) baru dimulai acaranya jam 15.15 wita.

Sebetulnya saya tau acara ini karena ada sahabat jaman diklat prajabatan dulu yang dinas ke sini, sebagai tamu undangan perwakilan dari Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, sebut saja namanya Kang Abdul. Beliau ini sama sama orang sunda dengan saya :D, makanya begitu dikabari saya antusias deh nemuin biar cuma sebentar udah lama gak ketemu soalnya, lagian dalam pikiran saya, jejalan ini bakalan jadi ide buat bikin tulisan di blog sini lagi. Ok cukup pembukaan ngelanturnya, di bawah saya lanjutkan lapanta-nya (laporan pandangan mata, istilah yang sering digunakan para tetua milis jalan sutra).

Berfoto bersama Kang Abdul dari Dirjen IKM Kemenperin RI

Menurut pidato sambutan dari ketua panitia, peserta karnaval ini diikuti oleh tidak kurang dari 1000 peserta, yang datang dari berbagai sekolah, instansi pemerintah, dan sektor swasta, baik dari Sulawesi Selatan maupun dari luar. Hal itu yang membuat event ini skalanya nasional.

Event Fashion Carnaval ini kabarnya adalah yang ketiga diselenggarakan, dan tampaknya akan menjadi event tetap tahunan sebagai rangkaian acara hari jadi Sulsel. Setelah diawali oleh beberapa pidato sambutan dan doa, juga dilakukan pelepasan 1000 balon yang menjadi simbolisasi jumlah peserta karnaval ini. Pelepasan balon itu sendiri merupakan pencanangan -apa ya tadi- terkait industri kreatif di Sulsel.

Penampil pertama adalah Tim Marching Band IPDN Sulsel, di depan panggung VIP mereka menunjukkan aksinya yang bermain drum band sekaligus melakukan gerakan-gerakan akrobatik. Di belakang itu sudah banyak peserta karnaval lain dengan kostum yang macam-macam, dari kostum khas kedaerahan hingga kostum kreasi modern dengan berbagai tema. Rasanya tidak semua tim karnaval sempat saya ambil gambarnya, karena waktu yang semakin sore sementara tempat saya tinggal cukup jauh, dan stamina yang semakin menurun.

Mungkin itu yang bisa saya ceritakan, yang saya sayangkan adalah, sampah yang ditinggalkan oleh para peserta karnaval dan penonton berserakan begitu saja di jalan dan trotoar, mungkin slogan “Makassar te’na rantasa” jangan hanya menjadi kalimat cantik, tapi diamalkan juga agar kota salah satu tujuan wisata paling diminati wisatawan ini senantiasa cantik juga.

Selebihnya biar foto-foto amatir yang saya ambil pakai hape aja yang bercerita lebih banyak.Terima kasih sudah berkunjung membaca, silahkan komentari kalau ada yang menarik.

Salam JejalanJajan..

Sampah bekas pembungkus makanan dan koran bekas alas duduknya berserakan, rantasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *