My First Trip to Lombok Island

Perjalanan ke Pulau Lombok untuk yang pertama kali, bukan dalam acara khusus jejalan tapi untuk mengikuti acara kantor. Sambil menyelam minum air kan walaupun terkait urusan kantor tapi menyempatkan untuk sekaligus jalan-jalan tidak ada salahnya.

Pulau Lombok sekilas terdengar sangat eksotis, selain Pulau Bali, dan karena kedua pulau itu berdekatan maka bayangan mengenai gambaran pantai yang indah dengan etnik sosio-kultural yang juga menarik segera terbersit.

Tanggal 25 Januari kami sekitar ber-50 orang bertolak dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Bandara Internasional Lombok. Perjalanan udara yang cukup menyenangkan, langit terlihat cerah di luar jendela pesawat. Namun mendekati waktu mendarat manuver pesawat berhasil membuat saya pusing dan mual, enath kenapa caranya memutar dan menukik juga menanjak terasa tidak halus seakan sedang mengalami vertigo.

Memasuki area parkir pesawat kami disambut hujan, untung saja tidak pakai acara turun ke landasan, karena “belalai” sudah terpasang dan siap dilewati. ¬†Rombongan berfoto di beberapa spot sambil menunggu bagasi. Bandara ini merupakan bandara baru yang terletak lebih ke arah tengah dari Pulau Lombok jika dibandingkan dengan bandara lama Sepinggan yang ada di Kota Mataram (Pulau Lombok bagian barat). Bagian dalam bandara memiliki banyak sekali bagian dinding untuk berfoto, dengan beragam tema mengenai berbagai lokasi wisata yang ada di sana.

Suhu udara di sana cenderung lebih sejuk jika dibandingkan dengan suhu di Makassar, apalagi setelah kedatangan kami disambut hujan. Setelah semua keluar dari gedung bandara, kami diangkut menggunakan sebuah bisa besar dan sebuah bis sedang. Perjalanan pun dimulai seiring meredanya hujan, dengan tujuan pertama adalah kampung adat Suku Sasak bernama Ende.

Cerita perjalanan saya ke Pulau Lombok ini akan dibagi menjadi beberapa judul postingan menurut lokasinya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *